Selasa, 25 Maret 2014

Psikoterapi

                                  Psikoterapi
          1.  Pengantar

1.    Pengertian psikoterapi
Psikoterapi adalah suatu upaya penyembuhan yang dilakukan untuk pemecahan masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku.

2.    Tujuan Psikoterapi
Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis menurut Corey (dalam Gunarsa, 2004) yaitu membantu klien menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat melalui pemahaman intelektual.
Sedangkan tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamik menurut Ivey (dalam Gunarsa, 2004) adalah : membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
Selain itu terdapat tujuan psikoterapi dengan pendekatan terpusat yang dikemukakan oleh Corey (dalam Gunarsa, 2004) antara lain : untuk memberikan suasana aman, bebas, agar klien mengeksplorasi diri dengan baik, sehingga ia bisa mengenali hal-hal yang bisa mencegah pertumbuhannya. Ada pula tujuan psikoterapi dengan pendekatan behavioristik yang dikemukakan oleh Ivey (dalam Gunarsa, 2004) yakni untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan berperilaku untuk mengganti pola-pola perilaku yang lebih bisa menyesuaikan.

3.    Unsur-unsur psikoterapi
Menurut Masserman ada delapan parameter pengaruh dasar yang mencangkup unsur-unsur lazom pada semua jenis psikoterapi.
a. Peran social
b. Hubungan (Persekutuan tarapeutik)
c. Hak
d. Retrospeksi
e.  Reduksi
f.  Rehabilitisi, memperbaiki gangguan perilaku berat
g.  Resosialisasi
h.  Rekapitulasi

4.    Perbedaan psikoterapi dan konseling
Istilah “psikoterapi” mengandung    arti ganda. Pada satu segi, ia menunjuk pada  
sesuatu yang jelas, yaitu satu bentuk terapi psikologis, yaitu suatu rentangan waawasan luas tempat hipnotis pada satu titik dan konseling pada titik lainnya.
Perbedaan antara konseling dan psikoterapi dan segi fokus konserennya dan dasar atau landasan kegiatannya. “Psikoterapi” fokus konserennya melalui penyembuhan -penyeseuaian-pengobatan, Dasar landasannya pskopatologi. “koseling” fokus konserennya pengebangan-pendidikan-pencegahan, dasar landasannya filsafat.

5.    Pendekatan terhadap mental lines:
Banyak sekali metode yang digunakan dalam psikoterapi, antara lain :
 a. Biological
Keadaan mental yang disebabkan oleh faktor biologi seseorang, karena kurangnya insulin dalam tubuh, untuk mengatasinya dengan terapi injksi insulin.
  b. Psychological
Disebabkan oleh traumatic di masa lalu, sehingga menimbulkan kesedihan yang tak terselesaikan di masa sekarang. Terapi diberikan untuk mengurangi perasaan trauma.
c. Sosiological
Disebabkan oleh kondisi sosial dan budaya yan gdianaut dikeluarga tersebut, sehingga klien tidak bisa mengembangkan dirinya dengan baik. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh-pengaruh sosialisasi yang melatarbelakangi kondisi klien.
 d. Philosopic
Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yaitu menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.


6.    Bentuk utama terapi
    a. Terapi Supportive
    Terapi yang bertujuan untuk memperkuat benteng pertahanan diri, memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi kepribadian serta mengembalikan pada penyesuaian diri yang seimbang.
b. Terapi Reducative
    Terapi yang bertujuan untuk mewujudkan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran atau tujuan hidup dan menghidupkan potensi kreatif.
c. Terapi Reconstructive
    Terapi yang bertujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik-konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan mengembangkan potensi penyesuaian yang baru.

II. TERAPI PSIKOANALISIS (Sigmund Freud)

1. Konsep dasar teori psikoanalisis tentang kepribadian
a. Kesadaran
- Mimpi-mimpi, merupakan representative dari kebutuhan, hasrat-hasrat, dan    
  konflik.
- Simbol-simbol dalam mimpi.
- Bahan-bahan yang berasal dari teknik proyektif

b. Struktur kepribadian
- id, merupakan sistem kepribadian manusia yang asli, dibawa sejak lahir, berisi  v
semua aspek psikologik seperti insting, impuls, dan drive (dorongan).
- Ego, ego berkembang dari id agar seseorang mampu menangani realita, 
  sehingga ego beroperasi mengikuti prinsip realita.
- Superego, merupakan kekuatan moral dan etika dari kepribadian, yang
  memaka konsep idealistik sebagai lawan dari konsep kepuasan id dan realisitk   ego

c. Mekanisme pertahanan ego
   Karakterisitk pertahanan ego yakni :
 - Tidak disadari
- Menolak atau mendistorsi kenyataan
- Berusaha memindahkan kepribadian diri sendiri ke orang lain (proyektif).


2.Unsur-unsur terapi
a. Muncul gangguan
      Terapis berusaha memunculkan penyebab-penyebab yang menjadi akar permasalahan dari klien, untuk lebih mengenal karakteristik penyebab gangguan tersebut, kemudian terapis, memperkuat kondisi psikis dari diri klien, sehingga apabila klien mengalami gangguan yang serupa, diri klien akan lebih siap menghadapi dan mencari solusi dengan cepat
 b. Tujuan terapi
     Terfokus kepada upaya penguatan diri klien, agar dikemudia hari apabila klien mengalami problem yang sama, maka klin akan lebih siap
c. Peran terapis 
     Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan  dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis, membangun hubungan kerja dengan klien, dengan banyak mendengar & menafsirkan, terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien, mendengarkan kesenjangan dan pertentangan pada cerita klien.

3. Tekni-tekni terapi
a. Free association
      Salah satu alat untuk open the door / membuka kotak pandora :  keinginan, fantasi, pikiran, perasaan, konflik, motivasi yang tidak disadari prosedur 
- pasien rileks duduk / berbaring di sofa
- mengatakan apapun yang ada di pikiran (tanpa sensor (di interpretasi sebagai    ekspresi simbolik dari pikiran-pikiran dan perasaan- perasaan yang direpresi 
tugas terapis :
mendengarkan, mencatat, menganalisis /menginterpretasi bahan yang direpres, memberitahu / membimbing pasien memperoleh insight (dinamiki yang mendasari perilaku yang tidak disadari).
b. Analisis transference
 Pasien dipersilahkan untuk mengungkapkan perasaan-perasaan yang
 dimiliki terhadap significant other (seringkali orang tua), kepada terapis
 terjadi ketika muncul konflik/ kebutuhan /dorongan masa lalu (cinta,
 benci, seksualitas, penolakan) & dibawa ke masa sekarang (terhadap
 terapis)
 tugas terapis :
 - menginterpretasi/menganalisis,
 - membuat pasien memperoleh insight (dapat membedakan fantasi –
   realitas, masa lalu – sekarang, menyadari dorongan-dorongan yang tidak
   disadarinya)
- membantu pasien mengatasi konflik2 lama yang menghambat dirinya
  (mampu :mengatasi mispersepsi, mis-interpretasi, mengevaluasi kecemasan /
  dorongan yang tidak realistik, membuat keputusan yang realistik &
  matang).
c. Analisis resistance
        Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yg ada dibalik resistensi sehingga dia bisa menanganinya.


Sumber        :Gunarsa, Singgih D (2007). Konseling dan psikoterapi.
-     Salkind, Neil J. (2004). An Introduction to Theories of Human      
      Development. Thousand Oaks, London, New Delhi: Sage Publications.  
      International Education and Publisher
-     Maulana, R.F. (1994). Buku Saku Psikoterapi: Residen Bagian Psikiatri
UCLA. Penerbit Buku Kedoktera